Juli 2005

Remah-remah Rohani

Di Penghujung Juli ‘05

TANGANKU DAN TANGANMU

TANGAN-TANGAN KITA

Saudara,…… Dalam perang dunia kedua, sebuah kota di Jerman hancur total; demikian pun sebuah gedung gereja di kota itu roboh berantakan. Gereja yang sudah sangat akrab di hati umat itu kini terkapar terhempas, hilang kemegahagungannya yang selama ini menjadi kebanggaan penghias wajah kota Kristen itu.

Usai perang, sebagian dari tentara Amerika memasuki kota itu. Sungguh Saudara, mereka terperengah, terperanjat bercampur rasa haru mendalam mencoba memasuki reruntuhan gereja roboh nan sepi itu. Apa yang mengharukan mereka? Ternyata di dalam gereja, di bawah reruntuhan terlihat sebuah arca Yesus yang tampak mempri-hatinkan. Arca itu hampir hancur, pecah-pecah….

Para serdadu itu tercenung, tanpa dikomando seorang dari tentara itu mencoba mengumpulkan serpihan-serpihan dari patung itu. Akhirnya mereka bersama mulai mencoba untuk menempelkan bagian-bagian tercecer itu dan mencoba untuk meletakkan pada bagian-bagian yang pecah. Tampak mereka cukup berhasil, namun sayang, kini di hadapan mereka berdiri sebuah arca Yesus tanpa tangan, sebuah arca buntung.

Memandang kondisi arca itu, seorang dari serdadu itu menuliskan seuntai kalimat impresif menantang, berbunyi,

AKU TIDAK MEMPUNYAI TANGAN LAGI, KECUALI TANGAN- TANGANMU…..”.

Tangan-tangan hilang! Tangan si Pencipta kehidupan…pun….hilang, tangan Yesus hilang. Dan Saudara, untaian kalimat itu kini diarahkan kepada saya dan Anda, diarahkan ke dada kita, dipancarkan ke nurani kita, tangan hilang itu kini sayup-sayup terulur ke wajah kita.

Dunia kita,… dunia Indonesia….apa kata mulut Anda tentang Indonesia? Apa kata hati Anda tentang sebuah Indonesia? Apa yang Anda buat untuk dunia Indonesia? Apa yang Anda kenal dengan Indonesia? Terserah padamu! Pinjam kata-kata sarat makna dari almarhum presiden Amerika Serikat John F. Kennedy yang mati tertembak di kota Dallas itu,

Jangan kamu bertanya, apa yang negara buat untuk kamu; tetapi bertanyalah apa yang kamu buat untuk negara?”

Saudara apa itu negara? Ya, negara adalah Anda dan saya. Negara adalah kita, ia tidak sekadar rangkaian gugusan pulau sunyi dengan pantai-pantai menawan, ia tidak hanya pegunungan sejuk serta kota dan desa miskin dan makmur, ia tidak hanya perangkat pemerintah dan butir-butir hukum serta undang-undang, ia tidak hanya partai politik yang lebih banyak berbohong daripada merealisasi janjinya. Tetapi negara itu “MANUSIA…yang diciptakan secitra segambar serupa dengan ALLAH. Jadi Saudara, jangan merasa terasing dengan negaramu, dengan masyarakatmu, dengan budaya dan adat istiadatmu. Kata-kata emas almarhum Mgr. Sugiyo Pranoto,…”Aku mau menjadi 100 persen Indonesia, dan 100 persen Katolik. Atau juga adagium manis dari partai Katolik, “PRO ECCLESIA ET PATRIAuntuk gereja dan tanah air…Ucapan ini tidak sekadar menjual sikap heroik atau sekadar lipstik di bibir pembual, namun ini adalah kaul-kaul sejati para saksi Kristus yang berani berteriak lantang tak gentar justru atas nama sumpah untuk mewujudkan ajaran Kristus,

Apa yang kamu lakukan kepada salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, itu kamu lakukan untuk Aku”

Dan Saudara, kita adalah tenaga inti gereja, kita adalah biarawan. Kita hanya berarti justru karena berjuang atas nama gereja. Apa yang telah kita lakukan untuk negara kita? Kita para Frater Bunda Hati Kudus yang berkomunitas di beberapa wilayah Keuskupan di Indonesia, Belanda, dan Kenya, dan Kongregasi kita dengan tekad tulusnya berkomitmen untuk mengambil bagian dalam pengabdian kepada negara kita sebagai serdadu pendidikan dan pengajaran. (Baca Konstitusi, bab VI : Diutus untuk Melayani Kerajaan Allah dalam Gereja dan Masyarakat, pasal 64 : Kongergasi kita didirikan untuk keperluan pengajaran Katolik di tengah masyarakat yang sebagian besar anggotanya bukan orang Katolik” Apa yang telah kita buat? Apakah kita sebagai laskar terdepan yang mendayung di arus pendidikan dan pengajaran sudah cukup berkualitas? Ber-kualitaskah kita sebagai pahlawan pendidikan yang berwawasan dan berpengetahuan luas tentang aspek keilmuan keguruan serta seluk beluknya? Berkualitaskah kita dalam aspek pengabdian riil di sekolah-sekolah kita, baik sebagai Kepala Yayasan, Kepala Sekolah, atau sebagai guru dan pegawai yang “frater?” Atau sesungguhnya kita justru tidak tahu apa-apa dan kita memang tidak mau tahu? Inilah tantangan untuk kita, berkaitan dengan aspek mentalitas yang mungkin selalu merasa…sudah mapan, sudah tahu, merasa berkuasa; padahal sesungguhnya kita justru…belum tahu apa-apa?

Dan ketika dunia Indonesia ramai meratapi, mencerca, memaki, me-musuhi, menuding, berputusasa dengan morat-maritnya serta han-curnya bidang pendidikan dan pengajaran,….Saudara, apa yang su-dah kita sumbangkan kepada generasi muda di Indonesia? (Dan khusus kepada sekolah-sekolah kita dalam tubuh Yayasan Mardi Wiyata?)

Semoga Tangan Kristus yang hilang…..kita sambungkan dengan tangan kita sebagai Frater Bunda Hati Kudus.

Syaratnya?

Hendaklah kita sungguh menghayati pesan Injil Yesus, memiliki kualitas pengetahuan dan pengabdian nyata, rela melibatkan diri dalam masyarakat yang beraneka, rajin belajar secara otodidak, dan silahkan Anda mengisi dengan kekayaan nurani Anda…..aspek-aspek lainnya. Sehingga tangan kita ini sungguh menjadi tongkat gembala, bukan sebagai tangan tukang perintah, tangan tukang marah, tangan tukang kontrol, tangan tukang gosip, tangan figur yang enggan belajar, tangan tukang cari gampang! Maka, berpotretlah pada cermin Saudara Fratermu yang Anda kagumi. Siapakah mereka? Tentu, hanya Anda sendiri yang dapat menjawabnya!

Selamat merenungkan dan selamat berguru!

Tinggalkan komentar

Filed under Remah-remah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s