Maret 2005

Remah-remah Rohani

di Penghujung Maret ‘05

DERITA DAN RAHMAT

( Dari “Notes di Saku Baju” seorang Frater BHK )

(A) Ada empat (4) alur permenungan ditulis oleh seorang Frater (Jumat, 20 Desember 1996)…….” Saya menuliskan empat (4) ungkapan hatiku sebagai berikut”:

(1) Jalan derita yang bermakna diterima dengan sukacita, bukan untuk menghindarinya.

(2) Menderita karena berbuat benar, bukan karena berbuat salah akan bermakna ganda.

(3) Yesus memberi jalan derita yang bermakna dan menerima derita yang bermakna itu, yakni antara Golgota – Yerusalem. (Ada derita antara bumi – surga, ada sukacita).

(4) Derita dan rahmat perlu ada dalam hidup saya.

(B) Dalam “The Joy in Loving” karya Jaya Chaliha dan Edward Le Joly, 365 Hari Bersama Ibu Teresa, Renungan 30 Oktober, halaman 378 tertulis,

“Saya ingin mengatakan sesuatu kepada kalian;

Seandainya kalian merasakan beratnya dosa kalian, jangan takut!

Allah adalah Bapa yang penuh kasih;

Belas kasih Allah itu jauh lebih besar

Daripada yang dapat kita bayangkan”

Para Frater, kata-kata bermakna ini keluar dari mulut seorang yang dikagumi dunia, dialah suster Teresa. Dia telah memberikan kesaksian hidup dengan pelayanan tulus tanpa pamrih. Dia telah mampu menjembatani dunia yang berbeda, etnis yang berbeda, suku bangsa yang berbeda, budaya serta agama yang berbeda; dan yang terpenting dia telah menunjukkan wajah Kristus kepada dunia;

Sungguh,

AMOR OMNIA VINCET

CINTA MENGALAHKAN SEGALANYA

(Sanggupkah kita menyambung aliran rahmat dari ujung jemarinya?

(C) Sampai wafat-Nya di salib Maria mendampingi Puteranya.

Dalam iman, pengharapan, dan cinta. Dari atas salib-Nya Yesus memberikan Maria sebagai ibu kepada Yohanes; dan dalam diri Yohanes kepada kita sekalian.

Dengan tindakan ini Yesus menunjukkan kasih sayang-Nya dan membuka hati-Nya sebagai sumber keselamatan ( Konstitusi bagian Spiritual, bab IV, ayat 51 ).

(D) Yesus Berkata:

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Lk 22:42)

Maka seorang malaekat dari langit menampakkan diri kepada-Nya (Lk.22:43)

Para Frater, suatu sikap penyerahan tulus yang dipersembahkan kepada Tuhan, dapat mengalirkan rahmat kekuatan serta penghiburan berlimpah; dalam kelemahan dan kesendirian kita, Ia datang dan merangkul kita; bawalah semua problema hidup kita

kepada-Nya!”

Para Frater yang dikasihi Tuhan, inilah empat (4) peristiwa kesaksian nurani serta iman dari ke-4 tokoh kita. ( Seorang Frater, Suster Teresa, bunda Maria, dan Yesus). Mereka ada (pernah ada, dan akan selalu ada), hidup, mengalami, menghayati, dan bersaksi melalui suatu proses hidup konkret mereka.

Bagaimanakah dengan kesaksian proses hidup Anda dan saya?

“Sanggupkah kita menerima derita dan menghayatinya sebagai rahmat?”

Mari kita renungkan !

Tatkala seorang Frater manula duduk sendiri dalam sepi di sebuah kursi rotan kokoh, ia masih tampak agung dan wibawa. Ia menatap sebuah taman kecil di depannya. Sementara itu seorang Frater sarjana, cerdas, tampak lincah sambil menjinjing tas hitam kecil, ia berlangkah mantab menuju kampus yang telah bertahun-tahun dige-lutinya; langkah-langkahnya pelan namun pasti. Seorang Frater Kepala Sekolah dengan wajah agak serius melintasi sealur lorong panjang, tam-pak sejumlah siswa dan karyawan menyalaminya, dan ia pun membalas dengan agak tersenyum. Dan di sana ada seorang Frater belia bergegas hendak ke kampus menimbah ilmu, ia seakan tenggelam dalam rutinitasnya antara bosan dan suka. Dan di sudut lain ada seorang Frater amat belia sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk ke-butuhan dapur biara.

Inilah deskripsi situasi riil dari rutinitas kita sehari-hari. Apa yang hadir dalam benak kita di saat-saat “sibuk sendiri” itu? Adakah api rahmat mengulurkan tangan tulusnya laksana pucuk cemara semampai menari dihempas angin? Ataukah hanya ada segunda dada sunyi kita diselimuti oleh dera sebongkah awan hitam kelabu kebosa-nan?

Adakah rahmat dalam derita?

Malang, 22 Februari 2005

Tinggalkan komentar

Filed under Remah-remah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s