Tukang Periuk

Seperti seorang tukang periuk

yang mengambil tanah liat dari ladangnya

dan meremas-remas tanah liat itu dengan tangannya

dan sebelumnya ia telah mengetahui

bentuk apa yang akan diciptakannya

demikianlah Engkau membentuk hidupku.

Aku tidak memberontak

ketika Engkau menjamah dengan tanganMu

dan menciptakan aku menjadi manusia

mengangkat aku dari ketiadaan

Sungguh agung cintaMu kepadaku

Hidupku adalah kehendakMu

Menyadari kenyataan ini, akhirnya aku tertunduk diam

nafasMu Tuhan, adalah kekuatanMu

menjadikan aku seperti sekarang ini

dan aku dijunjung tinggi

jauh melampaui ciptaan lain

Engkau tidak hanya menjadi pencipta ya Tuhan

Engkau lebih daripada itu

Engkau batu karangku dan sumber imanku

Karena setiap hari aku dapat membangun harapanku

Karena setiap hari aku dapat menyebut namaMu: Bapa.

Kemuliaan …

Bunda hati Kudus, doakanlah kami.

Tinggalkan komentar

Filed under Remah-remah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s