Seminar Spiritualitas Hati

Hening Griya, 16-20 Maret 2009

TEMA: “MENEMUKAN DAN MENGHAYATI SPIRITUALITAS HATI DALAM HIDUP DAN KARYA SEBAGAI AWAN DAN BIARAWAN”
Pembicara: P. Hans Kwakman, MSC

Tim Ametur Indonesia

Tim Ametur Indonesia


Sebagai anggota keluarga Chevalier kami yakin bahwa kekayaan Spiritualitas Hati sebagaiman diwariskan oleh p. chevalier dan dirumuskan secara baru oleh p. Cuskelly dan beberapa orang lain, dapat menjadi
• Sumber identitas kita sebagai anggota-anggota keluarga Chevalier
• Daya dorong dan daya integrasi dari seluruh hidup dan karya kita
• Tujuan akhir misi kita melalui karya apa saja yang dipercayakan kepada kita

Tujuan pertama Seminar Spiritualitas Hati adalah: bersama-sama menemukan tanda-tanda konkret bahwa dalam banyak hal Spiritualitas Hati sudah dihidupi. Dengan melihat beberapa unsur sentral dari Spiritualitas Hati, maka dapat menjadi jelas bahwa spiritualitas Hati sering sudah menjadi bagian integral dari kehidupan dan karya kita, mengingat bahwa Spiritualitas dan Hidup, Spiritualitas dan Misi, spiritualitas dan Karya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Spiritualitas Hati merupakan suatu JALAN HIDUP yang mengutamakan relasi yang baik dan bermutu dengan Tuhan, sesama dan diri sendiri.

Menurut Spiritualitas Hati, kita berelasi dengan Tuhan yang hadir dalam hati (=diri) kita sendiri, hati (=diri) sesama dan hati (=realitas vital) dunia atau masyarakat, sebagaiman diwahyukan dalam hati Yesus dan melalui Roh Kudus. Spiritualitas Hati mengajak kita mengembangkan relasi-relasi yang baik dan bermutu didalam keluarga, komunitas dan lingkungan pelayanan. Relasi antar awan, biarawan/ti dan imam yang saling melengkapi dan memperkaya, merupkan unsur penting Spiritualitas Keluarga Chevalier.

Spiritualitas Hati merupakan Spiritualitas DASAR seluruh hidup dan misi

Seluruh hidup dan misi sebagai pribadi awam atau biarawan/ti, keluarga, komunitas dan tarekat, didasarkan atas Spiritualitas Hati. Spiritualitas Hati berkembang dalam hati kita masing-masing dan mengambil Hati Kristus sebagai model hidup dan misi. Berelasi dan berkarya “dengan hati” sambil mengambil Hati Yesus sebagai model merupakan unsur penting Spiritualitas kita.

Spiritualitas hati merupakan Spiritualitas INKARNASI

Spiritualitas Hati melihat kehadiran Hati Tuhan terjelma baik dalam Hati Yesus maupun, atas salah satu cara, dala diri pribadi setiap manusia itu diciptakan dan dikehendaki oleh Tuhan. Atas salah satu cara, Hati Allah berdenyut dalam hati setiap manusia, walaupun sering terpendamkan oleh keterlukaan hati manusia. Dalam cahaya misteri inkarnasi, respek bagi setiap manusia dan bagi diri kita sendiri merupakan unsur sentral spiritualitas Hati.

Spiritualitas Hati merupakan Spiritualitas INTEGRASI yang hendak menyembuhkan kebobrokan masyarakat dan keterpecahan hidup pribadi.

Berdasarkan Spiritulaitas Hati kita memperjuangkan perdamaian, pengampunan, dialog, dan kesatuan antar manusia, baik dalam keluarga, komunitas atau umat maupun dalam masyarakat luas. Membangun “budaya cinta” dalam masyarakt yang dicemari oleh kompetisi, diskriminasi, ketidakadilan dan penyalah-gunaan ciptaan Tuhan, merupakan unsur sentral Spiritualitas Hati. Spiritualitas ini menyembuhkan juga keterpecahan hidup pribadi dan membawa integrasi kedalam keaneka-ragaman relasi-relasi dan aktivitas-aktivitas kita.

Spiritualitas Hati merupakan Spiritualitas TRANSENDENSI dan KOMPASI

Sambil mengambil Yesus yang mencintai dengan hati yang manusiawi sebagai model, Spiritualitas Hati mengajak untuk melampaui kepentingan dan kebutuhan pribadi dan melibatkan diri dalam pergaulan dan pelayanan dengan sebuah hati yang berkompasi.

Spiritualitas Hati merupakan Spiritualitas ADORASI

Terdorong oleh Spiritualitas Hati kita menyembah Tuhan melalui doa sembah sujud, melalui hal mencari Kerajaan Allah diatas segala-galanya (Mat 6:33) dan melalui kesadaran bahwa seorang manusia yang sepenuhnya hidup, merupakan bagi Allah kemuliaan yang tertinggi (Irenaeus).

Tujuan kedua Seminar Spiritualitas Hati adalah: bersama-sama memperdalam penghayatan Spiritualitas Hati itu. Untuk itu kita menggali bersama beberapa azas Spiritualitas Hati, sebagaimana dirumuskan oleh p. Cuskelly dalam bukunya “Chevalier, Man with a Mission”. p. 127-128:

 (Hari 1) <> : Kita menyadari gambaran Allah yang sekarang kita hayati untuk mempertemukannya dengan pewahyuan Cinta Allah dalam Hati Yesus. Paus Benedictus berkata : <> (Ensiklik <> no.12).

 (Hari 2) <> Melalui suatu jalan hidup yang lebih refleksif, kita mencari suatu kesatuan dan keutuhan dalam hidup dan karya, dengan kembali kesumbernya yang terletak dalam hati kita sendiri, dimana kita menemukan karunia-karunia Roh Kudus (Gal 5:22), dibalik perasaan-perasaan dan kebutuhan-kebutuhan hati kita.

 (Hari 3) <> : Kita melihat bagaimana Yesus yang mencintai dengan hati manusiawi menjadi model hidup dan misi kita sebagai awam atau biarawan. Pertanyaan yang sejenis, walaupun atas cara yang berbeda, dapat diajukan mengenai peran Maria, Bunda Hati Kudus sebagai model (See Dokumen Konsili Vatikan II <> tentang Bunda Maria).

 (Hari 4) <> apa artinya hidup dan berkarya dengan hati yang sanggup faham dan berbelaskasih dalam situasi konkret lingkungan hidup keluarga, komunitas dan lingkungan pelayanan kita, sebagai awam atau biarawan?

 (Hari 5) <> Sebagai anggota keluarga Chevalier kita diutus melibatkan sebanyak mungkin orang dalam gerakan Spiritualitas Hati ditengah-tengah masyarakat.

Tinggalkan komentar

Filed under Spiritualitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s