Tag Archives: katolik

Perayaan HUT Kongregasi dan Pesta Emas Membiara

Tanggal 13 Agustus 2009, sekitar 300 undangan memenuhi kapel Frateran di jalan J. A. Suprapto 21 Malang untuk mengikuti misa dalam rangka 136 tahun berdirinya Kongregasi Frater BHK. Momen ini semakin istimewa karena dirayakan pula peringatan 50 tahun hidup membiara dari 3 orang konfrater, fr. Sarto, fr. Amatus dan fr. Valens. Fr. Sarto tidak dapat hadir pada kesempatan ini. Tepat pukul 17.00 perayaan Ekaristi dimulai yang dipimpin oleh Pastor Paroki Celaket Rm…. Hadir dalam perayaan ini sejumlah undangan dari guru dan pegawai dari sekolah-sekolah Frater di sekitar Malang, biarawan-biarawati, keluarga tercinta para yubilaris dan beberapa mantan murid.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under FOTO PERISTIWA

Menguji Kebenaran Iman Kita

Kutipan dari buku baru berjudul MENGUJI KEBENARAN IMAN KITA, penerbit Pustaka Nusatama, 2009

Bagian yang membahas: Iman dan perbuatan

Kalam Tuhan

Kalam Tuhan

Kaum Evangelis pada umumnya tidak percaya bahwa orang Katolik adalah sungguh-sungguh Kristen, dan mereka tidak mau menganggap orang Katolik sebagai saudara dalam Kristus, karena orang Katolik dianggap menganut ajaran yang sesat, yaitu bahwa perbuatan seseorang ikut menentukan proses keselamatan. Kaum Evangelis juga memperhatikan cara pembaptisan orang Katolik, faham mengenai api penyucian, ajaran tentang indulgensi, dan mereka beranggapan bahwa orang Katolik kurang menempatkan hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus sebagai pokok.

Faham Evangelis tercermin dalam ajaran mereka: Sola fides (hanya iman) dan sola scriptura (hanya Alkitab, tapi Alkitabnya tanpa Deuterokanonika) . Kaum Evangelis beranggapan bahwa ajaran-ajaran Gereja Katolik banyak tidak bersumberkan pada Alkitab. Paling tidak kaum Evangelis minta bukti bahwa ajaran Gereja Katolik sungguh bersumberkan Alkitab. Kaum Evangelis punya anggapan bahwa soal Ekaristi dan soal Hirarki Gereja Katolik kurang didukung teks Alkitab. Adapun yang menjadi dasar pendapat Evangelis, sbb: Manusia diselamatkan oleh karena iman saja, bukan karena perbuatan, jasa, prestasi ataupun ritus-ritus yang dibuatnya.

Orang Katolik sendiri pada dasarnya juga sependapat dengan faham ini, bahwa manusia diselamatkan karena iman, namun perbuatan sebagai umat beriman juga diperhitungkan untuk memperoleh keselamatan. Yang dapatmenjadi alasan utama dari Gereja Katolik yaitu bahwa manusia itu diselamatkan oleh RAHMAT Tuhan. Rahmat adalah kemurahan Tuhan yang menyerahkan hidupNya untuk keselamatan manusia.

Karena didalam tata rahmat tindakan pertama berasal dari Allah, maka tak seorang pun dapat memperolah rahmat pertama yang membuahkan pertobatan, pengampunan dan pembenaran. Rahmat adalah kemurahan yang bebas dari Allah melalui penyerahan Diri Yesus. Ini merupakan pertolongan Ilahi kepada seseorang untuk membawa mereka kepada tujuan adikodrati, yaitu hubungan mereka dengan Allah. Rahmat ini mengubah sifat alami seseorang.

Oleh apa manusia dibenarkan Allah?

Kaum Evangelis mengatakan bahwa pembenaran adalah suatu perbuatan Aallah di mana Allah menyatakan kebenaran dari iman Kristen. Maka hanya oleh iman kita dibenarkan.

Namun Gereja Katolik mengajarkan bahwa pembenaran dimulai pada suatu saat dari hidup kita dan akan berlangsung terus sepanjang hidup orang Kristen. Maka iman dan perbuatan tidak bisa dipisahkan. Perbuatan-perbuatan kita meneruskan pembenaran setelah dimulai oleh iman. Pembenaran tidak berhenti pada suatu waktu, tetapi berproses terus. Bagi orang Katolik pembenaran membawa serta pengudusan seluruh hakekat manusia.

Apakah perbuatan diperlukan untuk pembenaran?

Gereja Katolik menjawab: YA. Perbuatan juga ikut menentukan.Hal ini jelas dari Alkitab, Surat Yakobus: Apakah gunanya saudara-saudaraku, jika seseroang mngatakan bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan. Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. …. Hai manusia bodoh, apakah kamu minta bukti bahwa iman tanpa perbuatan itu sia-sia? Bukankah Abraham dibenarkan karena perbuatan-perbuatan nya, ketika ia mempersembahkan Iskak anaknya diatas mezbah .. Kamu lihat bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatan nya dan bukan hanya karena iman (Yakobus 2:14 – 26).

Kaum Evangelis memandang bahwa surat Yakobus itu dulu cuma tambahan, maka tidak dimasukkan dalam teologi mereka, karena tidak cocok dengan faham dasar mereka.

Gereja Katolik menegaskan: Pembenaran menurut tradisi Katolik terjadi oleh karena iman di dalam Kristus, dalam perbuatan-perbuatan baik yang hidup dalam menanggapi ajakan Allah untuk percaya.

Iman Katolik memegang teguh bahwa iman tanpa perbuatan baik tidak cukup, karena perbuatan-perbuatan baik ini menunjukkan keinginan seseroang untuk bekerja sama dengan rahmat yang mendahuluinya. Apa yang diperlukan untuk keselamatan adalah iman yang diungkapkan keluar dalam perbuatan dan diungkapkan ke dalam menjadi keyakinan.

Tuhan Yesus memberikan contoh hidup, bahwa perbuatan-perbuatan baik seseorang itu mengalir dari iman, misalnya:
setiap orang yang mendengarkan perkataaanKu dan melakukannya, Ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu (Matius 7: 24)
Siapakah dari antara kedua orang itu melakukan kehendak ayahnya? (Matius 21: 28-32)
Orang Samaria yang baik hati. Pergilah dan perbuatlah demikian (Lukas 10:25-37)
Perumpamaan tentang Talenta: Baik sekali perbuatanmu itu (Matius 25:14-30)
Pengadilan terakhir. Aku berkata kepadamu: segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku (Matius 25:31-46). Bukan setiap orang yang berseru kepadaKU: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di surga. (Matius 7:21)
Dengan ini sebenarnya tidak disangsikan lagi bahwa pendapat Gereja Katolik melahan lebih berdasarkan Alkitab dari pada faham Evangelis, karena mereka hanya berpedoman pada surat St. Paulus Rom 4:9-14 dan juga Rom 3:28. Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena ia melakukan hukum taurat.

Kesalahan tafsir dari Evangelis ialah bahwa perbuatan begitu saja disamakan dengan pelaksanaan hukum taurat. Padahal menurut Gereja Katolik, perbuatan adalah apa yang yang dilakukan manusia sebagai ungkapan iman. Maka Gereja Katolik juga mengutip: Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, kemuliaan, kehormatan dan ketidak binasaan. Tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri. (Rom 2:6-8). Ini juga iman Rasul Paulus. Selain itu, Gereja Katolik masih mengutip dari Efesus : Sebab oleh karena kasih karunia kamu diselamatkan melalui iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Itu bukan oleh hasil pekerjaanmu. Jangan ada orang yang memegahkan diri, karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik (Ef 2:8-11). Gereja Katolik mau menegaskan bahwa iman pun adalah rahmat Allah, maka perbuatan-perbuatan baik dari seorang beriman bukan prestasi atau jasa yang patut dimegahkan, tapi juga anugerah Tuhan.

Kelemahan pokok dari kaum Evangelis, yakni seluruh teologi dan ajarannya didasarkan pada surat Paulus, dan tidak pernah mengutip dari Injil. Sedangkan Gereja Katolik lebih dahulu menerima Injil dan melihat surat Paulus dan Perjanjian Lama dari pandangan Injil Yesus Kristus secara jelas menerangkan:

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Matius 25:40).

________________________________________

Dalam buku 104 halaman tsb. juga diulas dengan lugas dan mudah hal-hal lain untuk memahami ajaran iman Katolik vis a vis dengan ajaran Evangelis. Hal ini penting, karena banyaknya kegiatan ekumene, yang karena umat Katolik kurang memahami iman katoliknya, mereka terbawa oleh hal yang kurang lengkap.

Yayasan Pustaka Nusatama
Jl. Sawit 21, Sawit sari – Yogyakarta
Email: ypn-ykt@plasa. com

(dari milis MABRI.yahoo.groups)

Tinggalkan komentar

Filed under Remah-remah